Selasa, 27 Maret 2018

Sejarah soekarno

Dr.(H.C.) Ir. H. Soekarno1 (ER, EYD: Sukarno,nama lahir: Koesno Sosrodihardjo) (lahir diSurabaya, Jawa Timur, 6 Juni 1901 – meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970 pada umur 69 tahun)[note 1][note 2] adalah Presiden pertama Republik Indonesia yang menjabat pada periode 1945–1966.[5]:11, 81 Ia memainkan peranan penting dalam memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda.[6]:26-32 Ia adalahProklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945. Soekarno adalah yang pertama kali mencetuskan konsep mengenai Pancasilasebagai dasar negara Indonesia dan ia sendiri yang menamainya.[6]
Soekarno
Presiden Indonesia ke-1
Masa jabatan
18 Agustus 1945 – 12 Maret 1967
Perdana Menteri
Wakil PresidenMohammad Hatta(1945–1956)
Didahului olehTidak ada, jabatan baru
Digantikan olehSoeharto
Perdana Menteri Indonesia ke-11
Masa jabatan
9 Juli 1959 – 25 Juli 1966
Didahului olehDjuanda Kartawidjaja
Digantikan olehSoeharto
(Ketua Presidium Kabinet)
Informasi pribadi
LahirKoesno Sosrodihardjo
6 Juni 1901
Bendera Belanda Surabaya, Jawa Timur, Hindia Belanda
Meninggal21 Juni 1970(umur 69)
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
Partai politikPartai Nasional Indonesia
Suami/istriOetari (1921–1923)
Inggit Garnasih (1923–1943)
Fatmawati (1943–1956)
Hartini (1952–1970)
Kartini Manoppo(1959–1968)
Ratna Sari Dewi(1962–1970)
Haryati (1963–1966)
Yurike Sanger (1964–1968)
Heldy Djafar (1966–1969)
Anak
Orangtua
ProfesiInsinyur
Politikus
AgamaIslam
Tanda tangan
Soekarno menandatangani Surat Perintah 11 Maret 1966 Supersemar yang kontroversial, yang isinya —berdasarkan versi yang dikeluarkan Markas Besar Angkatan Darat— menugaskan Letnan Jenderal Soeharto untuk mengamankan dan menjaga keamanan negara dan institusi kepresidenan.[6]Supersemar menjadi dasar Letnan JenderalSoeharto untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan mengganti anggota-anggotanya yang duduk di parlemen.[6] Setelah pertanggungjawabannya ditolak Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) pada sidang umum ke empat tahun 1967, Soekarno diberhentikan dari jabatannya sebagai presiden pada Sidang Istimewa MPRS pada tahun yang sama dan Soeharto menggantikannya sebagai pejabat Presiden Republik Indonesia.[6]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar